Selasa, 17 Maret 2015

Transformasi Datum dan Koordinat Menggunakan GPS

Datum Geodetik

Datum Geodetik adalah parameter yang mendefinisikan elipsoida referensi yang digunakan, serta hubungan geometrisnya dengan bumi (Abidin, 2001).

Datum Geodetik didefinisikan sesuai Geodetic Glossary (1986) dalam Bossler (2000) sebagai berikut :
“a geodetic datum is a set of constants specifying the coordinate system used for geodetic control, i.e. for calculating coordinates of points on the earth ”

Suatu datum geodetik direalisasikan dan diwakili oleh sebuah jaringan yang disertai koordinat titik-titiknya. Jaringan tersebut dikenal juga sebagai Kerangka Referensi. Parameter datum geodetik

> Parameter utama, yaitu setengah sumbu panjang ellipsoid (a), setengah sumbu pendek (b), dan penggepengan ellipsoid (f).
> Parameter translasi, yaitu yang mendefinisikan koordinat titik pusat ellipsoid (Xo,Yo,Zo) terhadap titik pusat bumi.
> Parameter rotasi, yaitu (εx, εy, εz) yang mendefinisikan arah sumbu-sumbu (X,Y,Z) ellipsoid.
> Parameter lainnya, yaitu datum geodesi global memiliki besaran yang banyak hingga mencakup konstanta-konstanta yang merepresentasikan model gaya berat bumi dan aspek spasial lainnya.

Jenis datum geodetik

Jenis geodetik menurut metodenya :

Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai penggganti datum lokal atau regional.

Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman. Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah geoid.

Jenis datum geodetik menurut luas areanya :

Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain : datum Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).
Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. 
Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi.

Penentuan posisi di atas permukaan bumi dengan pemanfaatan teknologi Global Positioning System (GPS) di Indonesia secara sistematis dan berkesinambungan dimulai pada tahun 1989 dalam rangka Global Positioning System for Geodynamic Project in Sumatera (GPS-GPS), untuk memonitoring gerak lempeng tektonik aktif pada patahan Sumatera.

Pada tahun 1992, bersamaan dengan pelaksanaan pengukuran GPS untuk pengadaan Jaring Kontrol Geodesi (Horisontal) Nasional (JKHN) Orde Nol. Lokasi titik-titik JKHN ditempatkan pada lokasi yang mudah pencapaiannya dan beberapa titik pada pilar lama yang masih utuh (Triangulasi, Doppler, Tanda Tinggi Geodesi). Pilar-pilar lama yang diketahui koordinatnya dalam sistem ID74 dan NWL9D, kemudian diukur kembali dengan GPS dalam sistem WGS84. Pilar-pilar tersebut sebagai titik-titik sekutu (common points).

Pada pengukuran JKHN Orde Nol, peralatan yang digunakan adalah GPS dengan dual frequency receiver. Pengukuran dilakukan dengan metode penentuan posisi relatif statik, dibagi dalam beberapa sub-network yang dikur simultan, tiap sub-network diamati selama 4 hari pengamatan berturut-turut. 
Genuk), datum Gn. Sagara dan Datum Indonesia 1974. Saat ini semua pekerjaan pemetaan telah menggunakan sistem kordinat yang baru, yaitu berdasarkan Datum

referensi, meridian Jakarta (Batavia) sebagai meridian nol, dan titik awal (lintang) beserta sudut azimuthnya diambil dari titik triangulasi di Puncak gunung Genoek. Karena itu, kemudian datum geodesi ini dikenal sebagai datum Genoek.

SISTEM KOORDINAT 

Koordinat adalah pernyataan besaran geometrik yang menentukan posisi satu titik dengan mengukur besar vektor terhadap satu Posisi Acuan yang telah didefinisikan. 
Pengenalan tentang sistem koordinat sangat penting agar dapat menggunakan GPS secara optimum.Setidaknya ada dua klasifikasi tentang sistem koordinat yang dipakai oleh GPS maupun dalam pemetaan yaitu :
1. Sistem koordinat global yang biasa disebut sebagai koordinat Geografi
2. Sistem koordinat didalam bidang Proyeksi.

Sistem koordinat dalam bidang proyeksi tidak dapat dipisahkan dari datum yang digunakan. Ada dua macam datum yang umum digunakan dalam perpetaan yaitu datum horizontal dan datum vertikal. Datum horizontal digunakan untuk menentukan koordinat peta (X.Y), sedangkan datum vertikal untuk penentuan elevasi (peta topografi) ataupun kedalaman (peta bathimetri). Perhitungan dilakukan dengan transformasi tertentu, dengan demikian transformasi antar datum, antar sistem proyeksi, dan antar sistem koordinat dapat dilakukan. Untuk datum horizontal, peta-peta Bakosurtanal umumnya menggunakan datum Padang (ID-47), sedangkan peta-peta Dishidros menggunakan datum Batavia

Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni :

1.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat


2.Sistem Koordinat 2

3.Sistem Koordinat 3 Dimensi.